Vanity Fair, misalnya. Majalah bulanan bersampul mengkilap-sempurna ini rupanya membayar sampai $10 per kata [kepada Michael Lewis, editor tamu Vanity Fair]. Majalah ini pun menjadi bahan diskusi yang menarik mengenai bisnis media pada zaman sekarang.
Namun saat saya (Tim Cavanaugh) ke kantor membawa satu eksemplar edisi cetak majalah ini, tanggapan rekan-rekan hampir selalu begini: Hey, lihat, topik-topik yang mereka angkat di kover ini tidak lagi menjadi bahan obrolan kita sejak berbulan-bulan yang lalu!
Belum lama ini, di sebuah kios koran-majalah di Los Angeles, saya menjumpai majalah Wired terbaru. Oleh penjualnya, majalah edisi cetak ini dilabeli dengan harga $8.99. Padahal, harga biasanya adalah $4.99. Untuk itu, saya ucapkan selamat kepada Wired “edisi khusus” tersebut, yang mampu mendorong penjual menaikkan harganya sampai hampir dua kali lipat pada masa yang sulit ini.
Lagipula, media cetak bukanlah BBM yang akan tetap laku, berapa pun harganya. Apakah media cetak belum sekarat?
Bagaimanapun, memang tak sedikit barang dan jasa yang dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi daripada nilai yang sebenarnya. Ajaib, bukan?*** (www.GAMBARAN.info)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar